----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Pidato Perpisahan---Pidato Singkat---Pidato Kepramukaan---Pidato Sekolah---Pidato Pembukaan---Pidato Resmi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 21 Februari 2009

Caleg Bermasalah Jawa Tengah

Apakah anda sepakat dengan pernyataan ini?
Silahkan beri komentar, tanggapan, dan sebagainya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------



Pemilu 2009 : Ada banyak caleg bermasalah yang perlu kita bersama ketahui. Hal ini sebagai pertimbangan dalam hal kita mengambil sikap atau menentukan siapa yang akan kita pilih pada PEMILU 2009, yang tinggal hitungan hari. Pemilu 2009 ini mari kita jadikan moment penting perubahan Bangsa menjadi bangsa yang bermartabat, bangsa yang di segani dunia Internasional dan bangsa yang bersih dari Korupsi.

Pasal 50 ayat 1 huruf g UU 10/2008 tentang Pemilu disebutkan, seorang caleg tidak boleh pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

Dalam kasus korupsi ancaman hukumannya adalah 20 tahun.

Dari penelusuran SINDO, sebagaimana dikutif dari mampus.wordpress.com diungkapkan bahwa ada beberapa caleg yang pernah terlibat masalah hukum. Mereka adalah Mardijo yang dicalonkan oleh PDP di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah (Jateng) I nomor urut 1.

Mantan Ketua DPRD Jateng itu sebelumnya divonis satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun pada awal tahun ini.Mardijo divonis terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp 14,8 miliar.

Selain itu,DCS juga masih mencantumkan beberapa nama caleg yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Oentarto Sindung Mawardi yang merupakan tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran di beberapa daerah.

Oentarto dicalonkan di dapil Sulawesi Barat nomor 1 dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).Kemudian, Laksamana Sukardi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus penjualan kapal tanker pertamina very large crude carrier (VLCC). Dia dicalonkan di dapil Jawa Timur I nomor 1 dari PDP.



Caleg Bermasalah Jangan Pilih

Semua caleg dari PARTAI MANAPUN tidak bisa diharapkan menjadi wakil rakyat?
Apakah anda sepakat dengan pernyataan ini?Silahkan beri komentar, tanggapan, dan sebagainya.



Kami hanya memfasilitasi aspirasi, tanggapan, pendapat dan pandangan anda. Ungkapkan semua yang anda Tahu? Tidak ada hak bagi kami untuk memvonis atau menghakimi mana yang benar atau salah. Silahkan!kami tunggu partisipasinya sekarang.


Berkarir Namun Tetap Bisa Memberi Pengasuhan yang Baik Untuk Anak




Sebagai ibu mungkin Anda bertanya "Bagaimana saya bisa tetap berkarir namun masih bisa memberi pengasuhan yang baik buat Anak Saya?" Kiranya pertanyaan ini sebagai wujud kasih sayang seorang ibu kepada anaknya dimana satu sisi ia ingin berkarya dan punya pendapatan di sisi lain ingin anaknya menerima pengasuhan yang baik.

Betul apa yang disampaikan
dosen Psikologi UGM, Dra. Budi Andayani MA, alumnus La Trobe University Victoria Australia yang dikutip dari psikologi.net. bahwa secara umum, sekarang ini orangtua berkeinginan sukses mengasuh anak, tetapi juga sukses berkarir.

Makanya ada yang menyerahkan pengasuhan anaknya ke pihak keluarga dekatnya (kerabat), ada ke yang ke tetangganya, ada yang khusus ke babysister (pengasuh anak), bahkan saya pernah baca juga ada tempat khusus penitipan anak. selama orang tuanya kerja.

Dalam realitas seperti ini, Dra. Budi Andayani mengingatkan bahwa orangtua harus mengukur kemampuan diri, baik tenaga, pikiran juga kemampuan ekonomi,” kata bersemangat.

Kaitannya dengan memilih orang yang akan mengasuh anak, tentu tidak boleh sembarangan. Sebagai orang tua anda harus sangat selektif. Jika salah memilih pengasuh bisa - bisa tumbuh kembang anak baik pisik, mental maupun prilakunya sebagaimana yang diharapkan justru bisa sebaliknya.
“Kalau perilaku itu baik, bijak, orangtua sering menerima dengan senang hati dan kegembiraan. Sebaliknya, kalau perilaku itu buruk yang rugi adalah orangtua itu sendiri, anak akan tumbuh tidak semestinya,” kata Dra. Budi.


Bisakah Mengubah Karakter Anak




Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Ada karakter baik ada karakter buruk. Contoh karakter baik seperti jujur, sabar, sopan dan santun, suka menolong, ramah, dan sebagainya. Karakter jelek seperti nakal, suka bohong, melawan orang tua, pemarah dan karakter negatif lainnya. Alangkah bahagia jika orang tua memiliki anak yang berkarakter baik. Namun bagi orang tua yang anaknya memiliki karakter buruk tentu harus kerja ekstra membimbingnya. Mungkin ada pertanyaan yang muncul sebagai berikut, "Apakah karakter bisa dirubah?".

Untuk menjawab pertanyaan di atas saya merujuk apa yang disampaikan oleh Mukti Amini dalam makalahnya yang beliau muat di blognya sendiri muktiamini.blogspot.com sebagai berikut : "www.sahabatnestle.co.id mengatakan bahwa karakter seseorang tidak dapat diubah, namun lingkungan dapat menguatkan atau memperlemah karakter tesebut. Oleh karena itu orang tua sebagai acuan pertama anak dalam membentuk karakter perlu dibekali pengetahuan mengenai perkembangan anak dengan melihat harapan sosial pada usia tertentu, sehingga anak akan tumbuh sebagai pribadi yanng berkarakter. Menurut Taryana dan Rinaldi (www.sd-binatalenta.com), karakter terbentuk dari proses meniru yaitu melalui proses melihat, mendengar dan mengikuti. Maka karakter sesungguhnya dapat diajarkan secara sengaja. Oleh karena itu seorang anak dapat memiliki karakter yang baik atau juga karakter buruk, tergantung sumber yang ia pelajari.

Ahli lainnya yaitu Megawangi (1999) sebagai pencetus pendidikan karakter di Indonesia telah menyusun karakter mulia yang selayaknya diajarkan kepada anak, yang disebut sebagai 9 pilar karakter yaitu: (1) cinta Tuhan dan kebenaran; (2) tanggungjawab, kedisiplinan, dan kemandirian; (3) amanah dan kejujuran; (4) hormat dan santun; (5) kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama; (6) percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah; (7) keadilan dan kepemimpinan; (8) baik dan rendah hati; serta (9) toleransi, cinta damai dan persatuan."


Pola Asuh Ibu Yang Tepat, Seperti apa?




Sebagai orang tua apa yang akan anda lakukan ketika anak anda yang baru bisa berjalan (usia 4 tahu) ternyata tersandung dan jatuh dan lututnya berdarah?. Silahkan jawab pertanyaan ini dalam hati masing-masing atau bisa juga mengungkapkannya di blog ini. Namun tujuan dilontarkannya pertanyaan ini maksudnya adalah ingin mengetahui perbedaan pola asuh atau sikap para ibu ( orang tua ) dalam kondisi tersebut dengan membandingkan sikap orang tua yang ada di Jepang sehingga bisa diambil hikmah tertentu.

Menarik sekali ketika menyimak apa yang dituturkan
Dr. Christina Siwi Handayani, Staf Pengajar Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, ketika berada di Jepang sebagaimana yang ia ungkapkan di kompas.com -26 September 2008.

Di sebuah shopping arcade di pusat kota Kyoto, saat sedang menikmati segelas cappucino sambil mengamati orang berbelanja, tiba-tiba saya dikejutkan suara keras tangisan anak kecil. Rupanya ada gadis kecil berumur 4 tahunan tersandung dan jatuh. Lututnya berdarah. Kami heran ketika melihat respons ibunya yang hanya berdiri sambil mengulurkan tangan ke arah gadis kecilnya tanpa ada kemauan untuk segera meraih anaknya. Cukup lama. Beberapa menit adegan ini berlangsung. Si ibu tetap sabar dan keras hati untuk menunggu anaknya menyelesaikan sendiri rasa shock dan sakitnya. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya si gadis kecil mulai berusaha berdiri lagi, dan dengan bantuan kecil tangan ibunya dia kembali berdiri. Masih sambil terisak-isak ia pun berjalan lagi.

Dalam benak saya waktu itu, kok tak punya hati ibu si gadis kecil ini? Tega membiarkan anaknya dalam kondisi kesakitan. Ingatan langsung terbang ke Indonesia. Jika kejadian yang sama terjadi di Kota Jakarta ataupun Yogyakarta, saya yakin si ibu pasti akan langsung meraih dan menggendong untuk menenangkan anaknya.

Dari adegan itu, bisa kita bayangkan perbedaan cara pengasuhan anak Jepang dan anak Indonesia. Dari pengamatan saya selama hampir setahun tinggal di Jepang, anak Jepang cenderung dibiasakan dari kecil untuk mengatasi berbagai kesulitan sendiri, sementara anak Indonesia selalu disediakan asisten untuk mengatasi kesulitannya. Babysitter atau pembantu rumah tangga pun tidak ada dalam kebiasaan keluarga-keluarga di Jepang. Sebaliknya di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan lain-lain kehadiran mereka wajib ada sebagai asisten keluarga maupun sebagai asisten anak-anaknya.



Jumat, 20 Februari 2009

Tinjauan Jumlah Halaman DiKunjungi

Dibawah ini perkembangan Jumlah Halaman Kabarmu.Blospot.com yang dikunjungi.
Hari sabtu, 21 Februari 2009 jam 14.37 wib = 1355 FW
Hari Minggu, 22 Februari 2009 jam 14.45 wib = 1408 FW, (53)
Hari Minggu, 1 Maret 2009 jam 17.58 wib = 1778 FW, (370)
Hari Rabu, 4 Maret 2009 jam 14.51 wib = 1846 FW, (68)

Jumlah Pelaku Seks Bebas Dikalangan Remaja Makin Merebak




Pasangan Remaja SMA sepulang Sekolah Masuk Kerumah Si Pacarnya (Rumah si Laki-laki) dan Mereka Keluar Sore hari Sementara Dirumah Tidak ada siapa-siapa kecuali mereka berdua. Kira-kira apa yang mungkin mereka lakukan?

Silahkan ungkapkan pendapat mengenai pertanyaan di atas? Anda bebas berkomentar dan memberi pendapat? Keberadaan remaja kita yang kondisi pergaulannya semakin mengkhawatirkan tentu perlu dicarikan solusinya yang tepat.




1 dari 18 Gadis Remaja AS Hamil Sebelum Nikah




Marlene M. Maheu, Ph.D., psikolog yang berpraktek di Kalifornia, AS, bahwa
setiap tahun terdapat 1 dari 18 gadis remaja Amerika Serikat hamil sebelum
nikah dan 1 dari 5 pasien AIDS tertular HIV pada usia remaja.

Data yang dikumpulkan dr. Boyke Dian Nugraha,
DSOG, ahli kebidanan dan penyakit kandungan pada RS Dharmais, menunjukkan 16
- 20% dari remaja yang berkonsultasi kepadanya telah melakukan hubungan seks
pranikah. Dalam catatannya jumlah kasus itu cenderung naik; awal tahun
1980-an angka itu berkisar 5 - 10%.

Sementara itu Dra. Yulia S. Singgih Gunarsa, psikolog dan konselor di sebuah sekolah swasta di Jakarta, juga melihat fenomena banyaknya pasangan remaja
yang berhubungan dengan calo jasa pengguguran kandungan di Jakarta Pusat dan
penggunaan obat-obat pencegah kehamilan.
Artikel menarik lainnya :



Kamis, 19 Februari 2009

Hubungan Seks Pra Nikah Remaja SMU dan Mahasiswa Jakarta




Cinta itu indah. Inilah pepatah yang biasa dilontarkan oleh para remaja. Memang ya cinta itu indah dan ini tidak bisa dipungkiri. Secara Fitrah manusia ingin mencintai dan cintai. Namun cinta bisa juga menjadi pintu petaka manakala seorang remaja dilanda asmara buta. Cinta buta bisa menjadikan seorang gadis remaja rela menyerahkan keperawanan nya hanya sekedar untuk menunjukan bukti cinta kepada kekasihnya. Khawatir memang tetapi ini kenyataan pahit yang harus di cari solusinya.

(sinarharapan.co.id) : Pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha SpOg, mengaku tercengang dengan sebuah penelitian yang menyuguhkan data 6 - 20% anak SMU dan mahasiswa di Jakarta pernah melakukan hubungan seks pranikah. Lebih mengagetkan lagi, survei yang dilakukan terhadap mahasiswa kedokteran di sebuah universitas swasta menyatakan, 35% dari mereka sepakat adanya seks pranikah.

Kontan, pernyataan dr Boyke itu membuat peserta seminar Pornografi, Biologi Reproduksi dan Perilaku Seks Remaja di Gedung Korpri Purbalingga, Minggu (7/7) yang kebanyakan remaja terdiam. ”Jadi saya minta supaya remaja terutama yang perempuan berhati-hati terhadap seks bebas,” katanya.
Dia mengungkapkan, cinta dan seks adalah satu masalah terbesar ketika manusia menginjak usia remaja. Persoalan yang muncul adalah kehamilan remaja, aborsi, terputusnya sekolah, perkawinan usia muda, perceraian, pe-nyakit kelamin dan penyalahgunaan obat. Itu semua, kata dr Boyke, merupakan dampak negatif dari petulangan cinta dan seks yang menyimpang ketika remaja.

Dia meminta supaya remaja khususnya perempuan tidak terjebak dalam perilaku seks menyimpang. Untuk itu, seorang remaja putri harus berani ngomong ”tidak!” kepada pacarnya jika si pacar menghendaki aktivitas pacaran melebihi batas. ”Permintaan berhubungan seks dengan kedok bukti cinta jangan pernah dipenuhi, karena yang paling rugi adalah perempuan. Ingat, perempuan kehilangan keperawanannya, seumur hidup ia akan menderita. Kalau si-cowok tetap memaksa, si cewek harus berani mengatakan goodbye alias putus,” ujarnya.



20% Remaja Indonesia Melakukan Aborsi




Memang pergaulan bebas membawa dampak negatif yang luar biasa tragis. Bagi anda yang memiliki anak seusia remaja sebaiknya berhati - hati dan waspada. Jangan sampai Anda kecolongan. Bisa jadi dengan alasan kesibukan orang tua, atau pengaruh kurangnya perhatian orang tua menjadikan anak-anak yang Anda cintai terjerumus kepada pergaulan bebas yang salah satu dampaknya adalah hamil sebelum nikah. Maraknya Aborsi dikalangan remaja salah satunya akibat dari hamil pra nikah.

Dr Sugiri Syarief, MPA -Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) sebagaimana dimuat surabayapost.co.id- 24 November 2008 mengungkapkan bahwa

Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57,3 persen remaja putri yang hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan, 50 persen wanita yang datang di suatu klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15-20 tahun. Menurut Prof. Wimpie, induksi haid adalah nama lain untuk aborsi. Sebagai catatan, kejadian aborsi di Indonesia per tahun cukup tinggi yaitu 2,3 juta per tahun. Dan, 20 persen di antaranya remaja.

Penelitian di Bandung tahun 1991 menunjukkan dari pelajar SMP, 10,53 persen pernah melakukan ciuman bibir, 5,6 persen melakukan ciuman dalam, dan 3,86 persen pernah berhubungan seksual. Dari aspek medis, menurut Dr. Budi Martino L., SPOG, seks bebas memiliki banyak konsekuensi misalnya, penyakit menular seksual (PMS), infeksi, infertilitas, dan kanker. Tidak heranlah makin banyak kasus kehamilan pranikah, pengguguran kandungan, dan penyakit kelamin maupun penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS).

Di Denpasar sendiri, menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, per November 2007, 441 wanita dari 4.041 orang dengan HIV/AIDS. Dari 441 wanita penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33 orang, 120 pekerja seksual, 228 orang yang baik. Karena keadaan wanita penderita HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan 20 kasus HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya.


Anak CAWAPRES Hamil Pra Nikah Sudah 5 Bulan




Walah...Apa mungkin di dunia ini sudah susah mencari pemimpin dari kalangan yang bisa jadi panutan buat publik ya? Mungkin Anda juga akan kaget ya jika mendengar Anak seorang Calon Wakil Presiden ternyata anaknya Hamil Pra Nikah. Anehnya..kalau orang tua yang ketahuan anak hamil sebelum nikah ( Pra Nikah) kan biasanya malu..eeeeeh ini malah di umumkan. Ironisnya ternyata ia sendiri sebenarnya seorang yang menentang sex education untuk remaja dan lebih memilih metode abstinence alias nggak melakukan hubungan sex.

Sebagaimana yang diberitakan antara.co.id - 02-09-08 bahwa Calon wakil presiden (cawapres) Amerika Serikat dari Partai Republik, Sarah Palin (44), mengumumkan bahwa putrinya yang berusia 17 tahun, Bristol Palin, hamil lima bulan pra-nikah.

Sarah Palin, yang juga Gubernur Negara Bagian Alaska, sebagaimana dikutip Reuters pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) mengemukakan, putrinya tersebut telah mengambil keputusan untuk mempertahankan jabang bayinya, dan merencanakan segera menikah dengan ayah sang bayi.

Politisi yang mantan juara dua Ratu Kecantikan Alaska itu memberi pengumuman terbukanya sehubungan dengan rumors yang telah beredar di sejumlah blog Internet yang membahas kehamilan Bristol.

Bristol adalah salah seorang dari lima anak Sarah Palin dari pernikahannya dengan Todd Palin.

Sementara itu, John McCain selaku calon presiden Partai Republik Amerika Serikat (AS), yang memilih Sarah Palin sebagai calon pendampingnya dalam babak pemilihan presiden negeri itu pada November 2008, menyatakan bahwa telah mengetahui keadaan yang dialami Bristol.

Dalam sebuah forum yang ada di lautanindonesia.com dikatakan bahwa Saran Palin sebagai gubernur menentang sex education untuk remaja dan lebih memilih metode abstinence alias nggak melakukan hubungan sex.


Rabu, 18 Februari 2009

Penyebab Meningkatnya Seks Bebas Di Kalangan Remaja




Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi remaja sehingga mereka nekat melakukan seks bebas - seks pra nikah. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut barangkali bisa membantu para orang tua untuk menemukan solusi dalam mengantisipasi prilaku - perilaku anak yang mengarak kepada perilaku seks bebas ini.

Menurut Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, data itu merupakan hasil survei oleh sebuah lembaga survai yang mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada 2008.

BKKBN merekomendasikan sebagaimana diungkapkan Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, ada beberapa faktor yang mendorong remaja melakukan hubungan seks pra-nikah. Di antaranya, kata Masrie, pengaruh liberalisme dan pergaulan bebas, kemudian lingkungan dan keluarga, serta pengaruh media massa, khususnya TV dan internet.

"Data ini menunjukkan, kalau 10 tahun lalu tren free sex hanya di kota-kota besar, kini bahkan mulai masuk di kota kecamatan".

Data dari Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) yang disampaikan peneliti Shakina Mirfa Nasution SE Mapp.Fin yang disampaikan dalam sebuah seminar masalah remaja di BKKBN di Jabar, mengatakan, dampak psiko-sosialnya remaja akibat pornografi mulai dari adiksi (ketagihan) sampai ekskalasi perilaku seksual menyimpang seperti lesbian, incest, pedophilia, dan desensifitasi atau penurunan sensivitas seks.

Menurut Shakina, kerusakan otak yang diakibatkan pornografi yang dilihat, didengar dan dirasakan akan melebihi kokain karena pornografi akan mengaktifan jaringan seks yang diciptakan tuhan untuk orang yang sudah menikah.

"Tuhan menciptakan enam jenis hormon yang aktif pada hubungan pasangan yang sudah menikah. Kini hormon tersebut diaktifkan pada anak dan tanpa pasangan, risikonya, bisa memicu stress tingkat tinggi dan menjadikan apatisme dan tidak peka lingkungan," katanya


63% Remaja SMP dan SMA di Indonesia Pernah Berhubungan Seks, 21% Di AntaranyaMelakukan Aborsi.




Sebagai Orang Tua tentu sungguh sangat khawatir jika melihat fakta-fakta mengejutkan yang mengungkap begitu maraknya jumlah remaja yang pernah melakukan Seks bebas. Kejadian ini menimpa remaja -lemaja yang justru masih sekola SMP dan SMA yang bukan hanya keberadaannya di kota - kota besar saja melainkan sudah sampai ke pelosok desa. Bahkan ini menerpa di salah satu sekolah di daerah saya, baik di SMP maupun Di SMA, belum lama ini (akhir 2008).

(tribun-timur.com) - Sabtu, 20 Desember 2008 mengupas : Sungguh mengejutkan apa yang diumumkan BKKBN. Berdasarkan survei, 63% remaja SMP dan SMA di Indonesia pernah berhubungan seks. Sebanyak 21% Di antaranya melakukan aborsi.

Menurut Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, data itu merupakan hasil survei oleh sebuah lembaga survai yang mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada 2008.

Angka ini naik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan penelitian 2005-2006 di kota-kota besar mulai Jabotabek, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar, ditemukan sekitar 47% hingga 54 % remaja mengaku melakukan hubungan seks sebelum nikah.
"Perilaku seks bebas remaja saat ini sudah cukup parah. Peranan agama dan keluarga sangat penting mengantisipasi perilaku remaja tersebut," kata Masri pada Peluncuran Layanan SMS Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Serang, Banten, Jumat (19/12).
Dengan perilaku buruk itu, data BKKBN melansir, para remaja rentan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit HIV/AIDS, penggunaan narkoba, serta penyakit lainnya. Data gaya hidup "ngesek pranikah" ini sekaligus mengkonfirmasikan data dari departemen kesehatan per September 2008. Data menyebutkan, dari 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS 54 % adalah remaja.

Oleh karena itu, BKKBN memandang penting keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) yang diharapkan mampu menjawab permasalahan kesehatan reproduksi remaja. PIK KRR juga dapat menjadi sarana remaja berkonsultasi mengembangkan kemauan dan kemampuan positifnya.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, berdasarkan laporan BKKBN Provinsi Banten, ada 25 titik layanan PIK KRR. "Setiap remaja di Banten yang ingin berkonsultasi, bisa melalui SMS ke pusat konseling yang ada di 125 titik ke nomor yang telah disediakan," ujarnya.


Artikel menarik lainnya :



Seks Bebas Remaja Jakarta




Data yang dikumpulkan dr. Boyke Dian Nugraha, DSOG, ahli kebidanan dan penyakit kandungan pada RS Dharmais, menunjukkan 16 - 20% dari remaja yang berkonsultasi kepadanya telah melakukan hubungan seks pranikah. Dalam catatannya jumlah kasus itu cenderung naik; awal tahun 1980-an angka itu berkisar 5 - 10%.

Sementara itu Dra. Yulia S. Singgih Gunarsa, psikolog dan konselor di sebuah sekolah swasta di Jakarta, juga melihat fenomena banyaknya pasangan remaja yang berhubungan dengan calo jasa pengguguran kandungan di Jakarta Pusat dan penggunaan obat-obat pencegah kehamilan.

Data tersebut mungkin tidak mewakili kenyataan sebenarnya, yang bisa menunjukkan angka lebih tinggi atau lebih rendah. Namun setidaknya kasus hubungan seksual pranikah itu ada hubungannya dengan hasil suatu penelitian para dokter di Jakarta. Seperti dikutip Boyke, 10 - 12% remaja di Jakarta pengetahuan seksnya sangat kurang.




Seks Bebas Remaja Sukabumi




Sebuah media nasional pernah melaporkan bahwa berdasarkan hasil penelitian Dinas Kesehatan di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat, sepanjang tahun 2007, 30% pelajar Sukabumi telah melakukan seks bebas.Masih di daerah yang sama, ditahun 2007, dinas kesehatan Sukabumi kembali menemukan kasus baru dalam hal penyebaran virus HIV Aids, yakni sebanyak 44 kasus. Jumlah temuan kasus baru ini jauh lebih rendah dari jumlah temuan kasus baru pada tahun 2006 yang mencapai 94 kasus.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terhadap 2.880 remaja usia 15-24 tahun di enam kota di Jawa Barat pada 2002, juga menunjukkan angka menyedihkan. Sebanyak 39,65% dari mereka pernah berhubungan seks sebelum nikah. (ranywaisya.wordpress.com - ditulis oleh ranywaisya sendiri)




Data Seks Bebas Remaja Bali




Survei Kesehatan Remaja Indonesia (SKRRI) 2002-2003 yang dilakukan oleh BPS menyebutkan laki-laki berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 57,5 persen dan yang berusia 15-19 tahun sebanyak 43,8 persen. Sedangkan perempuan berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 63 persen. Perempuan berusia 15-19 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 42,3 persen. Hasil SKRRI 2002-03 menunjukkan bahwa hubungan seksual sebelum menikah umumnya masih ditolak. Namun dalam kondisi tertentu penduduk usia 15-24 tahun belum menikah memberikan toleransi yang cukup besar bagi seseorang melakukan seks pra nikah, terutama jika telah merencanakan untuk menikah. Sekitar 29,6 persen diantara laki-laki berusia 15-24 tahun belum menikah yang setuju dengan seks pra nikah menyatakan bahwa perilaku tersebut boleh dilakukan jika pasangan tersebut akan menikah dan 26,5 persen menyatakan bahwa perilaku tersebut boleh dilakukan jika pasangan tersebut saling mencintai.

Litdikkespro Bali pada tahun 2003 menemukan 28,6% istri dari pasangan usia subur telah hamil sebelum perkawinan. Kemudian Depkes RI pada tahun 1995/1996 melakukan survey yang menyebutkan bahwa kehamilan remaja berusia 13-19 tahun di Bali sebanyak 5%.

Dari bulan Agustus 2002 hingga Agustus 2003 KISARA PKBI Bali melakukan sebuah survey mengenai sikap dan prilaku pacaran dan aktivitas seksual pada siswa SMP kelas 3 hingga SMA kelas 1 (di bawah 17 tahun) di sekolah di daerah Denpasar, Badung,Tabanan dan Gianyar. Tercatat bahwa yang pernah pacaran adalah sejumlah 526 atau 23,75% dari total 2215 responden. Tidak satupun (0%) yang menyatakan bahwa hubungan seksual sebelum menikah itu boleh. Hal yang sama ditemukan pada pertanyaan apakah aktivitas petting, anal seks, oral seks diperbolehkan selama belum menikah. Yang diperbolehkan menurut responden adalah masturbasi, disebutkan oleh 44,15% responden, ciuman bibir (21,58%), cium kening/pipi (55,85). Tetapi ketika ditanyakan dengan aktivitas mana yang sudah mereka lakukan (dihitung dari yang sudah pernah pacaran), ditemukan data bahwa 2,28% sudah melakukan hubungan seksual, dan 0,57% sudah melakukan salah satu dari petting, anal seks, oral seks. Ciuman bibir sudah dilakukan oleh 13,12% responden yang sudah pernah pacaran, ciuman kening/pipi (26,24%), masturbasi dilakukan oleh 51,63% laki-laki, pada perempuan 3,32%.

WHO memperkirakan 10-50% kematian ibu disebabkan oleh aborsi tergantung kondisi masing-masing negara. Diperkirakan di seluruh dunia setiap tahun dilakukan 20 juta aborsi tidak aman, 70.000 wanita meninggal akibat aborsi tidak aman dan 1 dari 8 kematian ibu disebabkan oleh aborsi tidak aman. Di wilayah Asia tenggara, WHO memperkirakan 4,2 juta aborsi dilakukan setiap tahunnya, di antaranya 750.000 sampai 1,5 juta terjadi di Indonesia. Perkiraan jumlah aborsi di Indonesia setiap tahunnya cukup beragam. Hull, Sarwono dan Widyantoro (1993) memperkirakan antara 750.000 hingga 1.000.000 atau 18 aborsi per 100 kehamilan. Sedangkan sebuah studi terbaru yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia memperkirakan angka kejadian aborsi di Indonesia per tahunnya sebesar 2 juta (Utomo dkk 2001). Aborsi yang tidak aman saat ini di Indonesia berkontribusi terhadap 30-50% Angka Kematian Ibu (AKI). Ini merupakan yang tertinggi di ASEAN.

Hasil studi PKBI sejak tahun 2000-2003 dari 37.000 kasus KTD, ternyata 27% di antaranya belum menikah, termasuk 12,5% di natranya masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Studi ini melibatkan 9 kota, salah satunya Denpasar. Kemudian juga studi kualitatif PKBI selama tahun 2005 lalu menyebutkan bahwa persentase KTD remaja tertinggi ada di Denpasar, Mataram dan Yogyakarta.




56% Remaja Kota Bandung Usia 15-24 Tahun Pernah Berhubungan Seks




Kali ini Pencarian data terpokus kepada wilayah Bandung. Sreeet...ternyata dapat juga artikel yang mengungkapkan pakta-pakta seks bebas khususnya di kota Bandung.

(alimmahdi.com) sebagaimana ditulis Siti Fatimah, Agustus 2008 Menguraikan sebagai berikut :

Sedikitnya 56 persen remaja Kota Bandung pada rentang usia 15 hingga 24 tahun sudah pernah berhubungan seks atau making love (ML) di luar nikah. Hubungan seks dilakukan dengan pacar, teman, dan pekerja seks komersial.

Hal itu terungkap dalam workshop hasil baseline survei pengetahuan dan perilaku remaja Kota Bandung oleh 25 Messenger Jawa Barat di Wisma PKBI Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (12/8).


Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan 25 Messenger Jabar Kristian Widya Wicaksono mengatakan, survei yang dilakukan rentang waktu bulan Juni 2008 ini melibatkan rata-rata 100 responden remaja usia 15-24 tahun yang ada di setiap kecamatan di Kota Bandung.

Survei dibagi menjadi dua kategori rentang usia di dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan usia 15-19 tahun dan rentang usia 20-24 tahun. Survei juga mendapat data adanya hubungan sesama jenis dari responden.

"Kita juga melakukan survei dengan melibatkan responden yang biasa nongkrong di tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan dan beberapa tempat nongkrong yang dianggap rawan," kata Kristian.
Dari hasil survei tersebut, Kristian mengatakan sebanyak 56 persen remaja pada rentang usia tersebut pernah melakukan hubungan seksual.

Dari jumlah tersebut, 30 persen menyatakan hubungan dilakukan dengan pacar sendiri, 11 persen dengan pekerja seks komersial (PSK), dan 3 persen dengan seseorang atau teman yang baru dikenalnya (one night standing).

"Dari hasil ini bisa disimpulkan kondisi remaja di Kota Bandung saat ini bisa dikatakan hampir mendekati kondisi parah dalam berperilaku," katanya.
Menurut Kristian, perilaku remaja tersebut ternyata tidak dipengaruhi tingkat strata sosial. Bukan hanya remaja dari kalangan kelas sosial rendah yang pernah melakukan hubungan seks, tapi di tingkat strata yang lebih tinggi, perilaku semacam ini juga terjadi.

Bahkan tingkat pendidikan juga tidak memengaruhi prilaku mereka berhubungan seks. Ini bisa diketahui dari hasil survei pengetahuan remaja mengenai HIV AIDS dan penularannya. Ternyata, pendidikan tinggi tidak menjamin pengetahuan mereka tentang HIV AIDS lebih baik dibanding mereka yang berpendidikan rendah.

Hanya saja, hasil survei menunjukkan tingkat pendidikan rendah berpengaruh terhadap perilaku menonton film porno. "Ada hasil signifikan, semakin rendah pendidikan, semakin banyak yang menonton film porno. Ini karena rasa ingin tahu mereka," lanjutnya.

Kristian mengatakan, perilaku remaja yang demikian salah satunya memang paling banyak dipengaruhi oleh tontonan film porno. Selain itu, mereka juga mengetahuinya dari internet. Dan saat ini yang sedang tren adalah memperoleh gambar porno melalui telepon seluler.

Yang cukup mengejutkan, mayoritas remaja/pemuda di rentang usia 15-24, baik laki-laki maupun perempuannya, pernah menonton film porno. Mayoritas lewat VCD/DVD, atau diperoleh dari internet, atau kedua-duanya.

Pengaruh lain dalam perilaku seksual remaja antara lain seringnya orang tua bertengkar serta perceraian orang tua. Dari hasil survei, remaja yang orang tuanya kerap bertengkar membuat mereka mengalihkan kejenuhan tersebut dengan berperilaku menyimpang dengan melakukan hubungan seks.

"Bahkan ada responden yang berhubungan seks dengan PSK sebagai bentuk kompensasi psikologis menghadapi pertengkaran orang tua atau perceraian orang tuanya," ujar Kristian.

Hasil survei lain menunjukkan bahwa remaja yang tidak aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler dan keagamaan sangat memengaruhi perilaku seksual mereka.
Diketahui bahwa mereka yang tidak aktif cukup banyak yang melakukan hubungan seks karena tidak adanya kegiatan lain dan sebaliknya. Namun yang mengejutkan, ada beberapa responden yang aktif dalam kegiatan keagamaan tapi tetap melakukan hubungan seks bahkan dengan PSK.

Dengan perilaku yang demikian, ujar Kristian, 40 persen responden ternyata bergonta-ganti pasangan. Ini menunjukkan ada kecenderungan peningkatan tertular HIV postitif. "Dari sini ada potensi kasus HIV/AIDS bisa meningkat bila tidak segera dicari solusi," katanya.



Hubungan Seks Remaja Mulai Usia 13 Tahun




Hubungan Seks Bebas Makin Parah saja. Terbukti Hubungan seks bebas di kalangan remaja ternyata sudah menimpa remaja usia masih sangat muda yakni 13 tahun. Bagi orang tua tentu ini harus menjadi warning sehingga anaknya tidak terjebak kepada hal hal di atas. Mencegah sebelum terjadi tentu langkah terbaik bagi para orang tua.

(situs.kesrepro.info) : Hasil penelitian Synovate Research tentang perilaku seksual remaja di 4 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan.

Survey ini mengambil 450 responden dari 4 kota itu dengan kisaran usia antara 15 sampai 24 tahun, kategori masyarakat umum dengan kelas sosial menengah keatas dan kebawah. Selain itu, juga diberikan pembagian terhadap para responden ini berdasarkan aktivitas seks yang aktif dan pasif.

Dari penelitian yang dilakukan sejak September 2004 itu, Synovate mengungkapkan bahwa sekitar 65% informasi tentang seks mereka dapatkan dari kawan dan juga 35% sisanya dari film porno. Ironisnya, hanya 5% dari responden remaja ini mendapatkan informasi tentang seks dari orang tuanya.

Para remaja ini juga mengaku tahu resiko terkena penyakit seksual (27%) sehingga harus menggunakan kontrasepsi (27%). Tapi, hanya 24% dari responden ini yang melakukan preventiv untuk mencegah penyakit AIDS menghinggapi mereka.

Berpengalaman sejak 16 tahun

Dalam penelitian ini juga menarik untuk melihat pengalaman seksual remaja di 4 kota ini. Sebab, 44% responden mengaku mereka sudah pernah punya pengalaman seks di usia 16 sampai 18 tahun. Sementara 16% lainnya mengaku pengalaman seks itu sudah mereka dapat antara usia 13 sampai 15 tahun.

Selain itu, rumah menjadi tempat paling favorit (40%) untuk melakukan hubungan seks. Sisanya, mereka memilih hubungan seks di kos (26%) dan hotel (26%).

Uniknya, para responden ini sadar bahwa seharusnya mereka menunda hubungan seks sampai menikah (68%) dan mengerti bahwa hubungan seks pra nikah itu tidak sesuai dengan nilai dan agama mereka (80%). Tapi, mereka mengaku hubungan seks itu dilakukan tanpa rencana. Para responden pria justru 37% mengaku kalau mereka merencanakan hubungan seks dengan pasangannya. Sementara, 39% responden perempuan mengaku dibujuk melakukan hubungan seks oleh pasangannya.

Karenanya, ketika ditanya bagaimana perasaan para responden setelah melakukan hubungan seks pra nikah itu, 47% responden perempuan merasa menyesal karena takut hamil, berdosa, hilang keperawanan dan takut ketahuan orang tua.

"Mereka juga tahu bahwa ada beberapa jenis penyakit yang ditularkan dari hubungan seksual. Misalnya 93% tahu tentang AIDS dan 34% tahu Sipilis. Kalau tentang AIDS, mereka 82% tahu dari televisi, 20% dari internet dan hanya 10% yang tahu dari orang tuanya," kata camita Wardhana, Project Director Synovate yang mempresentasikan hasil penelitian ini.




Hubungan Seks Kalangan Remaja Makin Nekat




Fakta yang satu ini bakal bikin kita nggak habis pikir. Kenapa? Sebab, banyak juga remaja ibukota yang making love di sembarang tempat. Tepatnya nggak peduli kapan dan di mana dia berada. Termasuk ada yang nekat ML alias berhubungan seks dalam mobil di jalan tol. Berikut pengakuan Irvan (bukan nama sebenarnya) seperti yang ditulis majalah HAI: “Entah kenapa, begitu masuk tol Ciawi tiba-tiba aja pengen. Karena nggak kuat gue pinggirin mobil dan gue ngelakuinnya di dalam,” kata cowok 17 tahun itu. Nggak heran emang. Irvan mulai ngelakuin seks bebas sejak setahun lalu. Sejak itu pula dia bisa berbuat di mana aja. Di rumah sering, di jalan pernah, dan di sekolah pun udah (HAI No. 41/XXIV) Edan memang!

Maaf....Sebelum saya lanjutkan. Saya Kopas seluruh artikel ini dari osolihin.wordpress.com yang ditulis oleh beliau sendiri. Saya sudah mengenal beliau saat saya masih di Bandung melalui bukunya yang pernah saya baca berjudul JANGAN JADI SELEB. Sekalian saya minta ijin ya Mas. Saya yang sedang semangat-semangatnya menulis tidak mau dikatakan penulis yang tidak tahu etika, bisanya cuma kopas. ..(eh ..emang iya ya).

Produsen kondom Durex, London International Group Plc., pada tahun 1999 pernah mengadakan survei perspektif remaja terhadap seks. Dalam kata pengantarnya dikatakan, remaja memegang peran penting karena remaja adalah indikator paling jernih, untuk mengetahui bagaimana dampak pendidikan seks dan kebudayaan terhadap keluarga dan orangtua masa depan di era Milenium baru.

Survei yang diberi nama 1999 Global Sex Survey, A Youth Perspective ini, mengambil 4.200 responden berusia 16-21 tahun dari 14 negara, yakni Amerika, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Taiwan, Italia, Yunani, Meksiko, Polandia, Singapura, Republik Czech, Spanyol, dan Thailand (Kompas, 16 Oktober 1999).

Sayangnya, survei tersebut tidak menyertakan remaja Indonesia sebagai responden. Meski demikian, setidaknya bisa ‘sedikit’ diambil kesimpulan. Kenapa? Karena hasil survei tersebut menyangkut urusan seks remaja yang akhir-akhir ini makin bebas, bahkan mendekati liar. Di antara hasil survei tersebut adalah: Secara keseluruhan, 50 persen remaja mengatakan mereka melakukan seks pertama kali karena mereka dan pasangannya merasa siap. Hanya 12 persen mengatakan karena dibujuk atau dipaksa, dan 12 persen lagi mengaku melakukan seks dalam keadaan mabuk.

Meski hasil survei ini menunjukkan remaja terlihat amat bebas, tetapi masih ada yang mereka takuti. Takut sama Allah dan Rasul-Nya? Wow, kayaknya ketakutan seperti itu nggak ada dalam daftar mereka tuh! Tapi ketakutan mereka itu seputar masalah-masalah virus HIV/AIDs, Penyakit Menular Seksual (PMS), dan kehamilan. Itu saja. Bahkan hampir semua remaja (99 persen) sadar akan bahaya PMS dan HIV/ AIDs. Lebih dari 45 persen remaja putra dan putri mengaku takut pada HIV/AIDs dan PMS dibanding apa pun. Kehamilan merupakan kekhawatiran kedua setelah HIV/AIDs dan PMS bagi remaja. Sebanyak 32 remaja putri mengatakan takut hamil, dan 18 persen remaja putra takut menjadi ayah pada usia muda. Waduh, kalo gitu gaswat bener. Soalnya meski survei itu nggak menyertakan remaja di negeri ini, tapi ternyata perilakunya sama. Di sini seks bukan lagi sebagai sesuatu yang tabu dan suci lagi, tapi sudah lumrah dan liar. Mengerikan Brur!

Survei tersebut juga mengungkap tentang umur berapa remaja-remaja di negara yang disurvei itu pertama kali melakukan hubungan seks. Hasilnya? Remaja di Kanada dan Amerika menduduki peringkat paling muda dalam melakukan hubungan seks, yakni 15 tahun, diikuti Inggris umur 15,3, Jerman umur 15,6, dan Perancis pada umur 15,8 tahun. Remaja di Asia Tenggara cenderung melakukan seks lebih telat. Remaja Thailand mulai melakukan seks pada umur 16,5 tahun, dan Taiwan umur 17 tahun. Ini mungkin memperlihatkan pengaruh dari kondisi sosial dan tradisi budaya yang berbeda.

Melihat fakta seputar perilaku seks remaja yang makin bebas dan liar ini tentu saja kita semua prihatin. Kamu juga mungkin bisa geleng-geleng kepala atau mengurut dada. Namun, sikap peduli kamu bukan sekadar diwujudkan dengan geleng-geleng kepala atawa mengelus dada doang. Itu nggak cukup. Soalnya ini adalah masalah gede yang perlu—bahkan wajib—diselesaikan dengan benar dan baik. Bila tidak? Kehancuran sebuah masyarakat tinggal menunggu waktu saja, Brur!

dalam suatu investigasi yang dilakukan oleh majalah remaja pria ternama di ibukota—terhadap para remaja yang doyan kelayaban malam-malam—ternyata datanya cukup mencengangkan. Misalnya saja, ditemukan ada beberapa anak cewek yang melengkapi dirinya dengan barang bawaan yang nggak lazim, yakni bawa kondom dan alat tes kehamilan. Lho, kok anak cewek bawa-bawa kondom sih? Menurut pengakuannya kepada tim investigasi majalah tersebut, si gadis ini punya alasan: kondom adalah senjata utama yang bakal dia berikan kepada teman kencannya bila teman kencannya udah keburu nafsu tapi doi nggak bawa kondom. Jadi untuk jaga-jaga katanya. Kenapa? Soalnya takut hamil! “Kalo dia (cowoknya) nggak bawa kondom gimana, yang tekdung (hamil, Red) kan gue. So, mending gue yang sedia,” kata cewek 17 tahun itu. Waduh, kacau Rek!

Malah disebutkan pula dalam hasil investigasinya, bahwa bukan cuma cewek yang kena ‘todong’ itu saja yang suka bawa kondom dan alat tes kehamilan. Tapi menurut gadis itu, hampir semua teman-temannya melakukan hal yang sama seperti dirinya. Bahkan ada yang kemudian menjadikan barang-barang tersebut sebagai daftar belanja rutinnya. Wow, wow, wow, makin parah aje nih.




Hubungan Seks Remaja Pertama Kali Dilakukan Rumah




Rumah merupakan tempat berlindung. Inilah ungkapan yang biasa diperdengarkan. Namun sekarang muncul ungkapan baru bahwa rumah adalah tempat paling nyaman untuk remaja melakukan hubungan seks diluar nikah. walah..apa benar? Pernyataan ini tentu sangat miris kedengarannya. Pernyataan ini bisa benar bisa juga tidak tergantung bagaimana pola hidup keseharian seluruh penghuninya. Namun realitas mengatakan bahwa ini benar - benar terjadi bahwa remaja di 4 kota besar di Indonesia melakukan hubungan seks pertamakali di rumah.

(detikhot.com) : Survey menunjukkan, remaja di 4 kota besar Indonesia melakukan hubungan seks pertamakalinya di rumah. Jika 72 persen remaja pria merasa senang setelah melakukan hubungan seks, 47 persen remaja wanita menyesal.

Hasil survey tersebut disampaikan DKT Indonesia dalam breakfeast meeting yang digelar di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (26/1/2005). Survey yang dijalankan oleh Synovate itu mengambil sampel remaja dari Bandung, Jakarta, Medan, dan Surabaya. Penelitian ini dilakukan terhadap 474 remaja berusia 15-24 tahun dengan persentasi 50 persen aktif secara seksual dan 50 persen lagi tidak. Itu artinya sebanyak 50 persen orang mengaku sudah pernah menjalani hubungan seksual pranikah sedangkan sisanya mengaku belum pernah.

Metode survei ini adalah wawancara secara langsung kepada responden. Nah yang perlu diperhatikan, 40 persen dari remaja ini melakukan hubungan seks untuk pertamakalinya di rumah masing-masing atau di rumah pasangannya. Ini artinya kesibukan orang tua sangat berpengaruh, ataukah orang tua kini semakin permisif?

Setelah terjadi hubungan seks, 72 persen pria merasa bahagia. Sedangkan sang wanita 47 persen menyesal karena merasa terbujuk, takut dosa, maupun takut hamil.

Tidak banyak perubahan dari hasil-hasil survey serupa yang pernah digelar sebelumnya. Informasi seks tetap paling banyak didapat dari teman sebaya serta sumber lain yang juga dianggap terpercaya seperti film porno (35 persen).


Remaja Perempuan Telah Melakukan Seks Meniru Dari Internet




Ahli Psikologi Remaja, Dr Michael Carr Gregg menyatakan, beberapa remaja perempuan telah melakukan perilaku seksual meniru dari apa yang dilihatnya di internet. Ilusi dunia maya itu memberikan mereka keberanian untuk mempraktekkan di dunia nyata," katanya. "Saya berfikir hasil survei telah membuka mata kita. Bahwa situasi remaja kita sudah semakin buruk," tuturnya.

Survei di Negara Australia ini, diikuti oleh 800 remaja perempuan dengan usia 12-18 tahun melalui situs web yang dilakukan selama satu tahun. Survei ini menemukan bahwa 25% dari remaja itu merasa diganggu dan digoda secara online. Sedangkan, lebih dari 40% mengaku telah diminta untuk mengirimkan gambar telanjang foto dirinya atau setengah telanjang melalui internet.

Survei pada 24 negara di Amerika Utara dan Eropa menunjukkan bahwa perilaku seks remaja sudah dimulai sejak usia 15 tahun.

Survei dilakukan kepada 33.943 di 24 negara dan dikerjakan oleh sebuah LSM Perancis tersebut, menunjukkan 13,2 % remaja berperilaku seks aktif semenjak usia 15 tahun dan tidak menggunakan alat kontrasepsi. Sementara 82% lainnya, menggunakan alat kontrasepsi.(rileks.com)


Selasa, 17 Februari 2009

Data Jumlah Pelaku Aborsi ( 5 )




Di Indonesia terdapat 1,5 juta – 2 juta kasus aborsi setiap tahunnya. Dan secara formal, aborsi tidak aman diperkirakan menyumbang 11,1% pada kematian ibu,” ungkap Zumrotin K Susilo, Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan saat berbicara dalam Seminar Pendidikan Seks di Media Massa, Menekan angka Aborsi yang diselenggarakan PKBI DKI di Hotel Wisata Jakarta, beberapa waktu lalu. (kbi.gemari.or.id)

Perkiraan jumlah aborsi di Indonesia setiap tahunnya cukup beragam. Hull, Sarwono dan Widyantoro (1993) memperkirakan antara 750.000 hingga 1.000.000 atau 18 aborsi per 100 kehamilan. Saifuddin (1979 di dalam Pradono dkk 2001) memperkirakan sekitar 2,3 juta. Sedangkan sebuah studi terbaru yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia memperkirakan angka kejadian aborsi di Indonesia per tahunnya sebesar 2 juta (Utomo dkk 2001). (situs.kesrepro.info - Zumrotin K. Susilo and Herna Lestari)

Lihat Artikel Lainnya :



Sek di Luar Nikah Pendorong Aborsi Meningkat




Banyak fakta yang bisa mendorong terjadinya aborsi ini walaupun resikonya amat berat bagi pelaku. bagaimana tidak ini bisa menyebabkan kematian baginya. Bahkan data menunjukkan bahwa kematian akibat aborsi mengalahkan jumlah kematian perang, penyakit maupun kecelakaan.

"Fakta bahwa wanita melaksanakan aborsi merupakan kenyataan yang tidak akan berubah. Di seluruh dunia, insidensi induksi aborsi meningkat meskipun ada kode legal dan sangsi agama, dan bahaya individual. Wanita dari berbagai latar belakang mengambil jalan aborsi. Faktor-faktor yang ikut mempengaruhi peningkatan ini meliputi keinginan memiliki keluarga yang lebih kecil, meningkatnya jumlah wanita usia subur, pergeseran dari masyarakat pedesaan ke perkotaan dan kenaikan insidensi aktivitas seksual di luar pernikahan" (Coeytaux, 1990). (lkpk-indonesia.blogspot.com)
Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) Indonesia.


Aborsi Semakin Marak Di Inggris




Jumlah wanita yang melakukan aborsi di Inggris dan Wales akan mencapai 200.000 selama tahun ini. Ini merupakan jumlah terbanyak dalam sejarah Inggris.

Angka wanita yang melakukan aborsi di negara berpenduduk 51 juta jiwa lebih ini, menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Ini dapat dirasakan sejak undang-undang Inggris mengatur tentang aborsi pada 1967 dan mulai diberlakukan pada 1968.

Seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (28/11/2008), jumlah tersebut juga menempatkan Inggris sebagai negara dengan kasus aborsi terbesar di Eropa Barat. Bahkan banyak pengamat yang menyatakan jumlah kasus aborsi di Inggris akan melebihi yang terjadi di Amerika Serikat mengingat tren aborsi semakin marak di kalangan wanita Inggris. Di AS sendiri setidaknya, terjadi 800.000 kasus aborsi setiap tahun.

Peningkatan juga terlihat beberapa bulan setelah Perdana Menteri Gordon Brown menolak untuk membatasi masa usia kandungan yang dibolehkan digugurkan di bawah 20 minggu. Batas usia kandungan yang boleh digugurkan adalah 24 minggu.

Brown mengatakan peningkatan tersebut membuktikan bahwa aborsi dipilih sebagai cara efektif ketimbang menggunakan kontrasepsi.

Data badan statsistik Inggris yang dilansir Kamis kemarin menyebutkan, tahun lalu angka aborsi mencapai 205.600 orang. Sebanyak 198.500 di antaranya merupakan wanita Inggris sementara yang lainnya merupakan wanita yang sedang dalam perjalanan ke Inggris.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 57.000 di antaranya merupakan wanita berusia 20 hingga 24 tahun. Sebanyak 4.400 berusia di bawah 16 tahun dan 700 wanita di atas 45 tahun. Sebanyak 62,7 persen kasus aborsi dilakukan pada usia kandungan 9 minggu.

Selama semester pertama 2008, sudah terjadi 105.000 kasus aborsi. Angka ini mengindikasikan jumlah kasus aborsi tahun ini akan melebihi 2007.

Data juga mengungkap, bahwa hampir 4.000 wanita Inggris pada 2006, sudah melakukan aborsi setidaknya empat kali. Bahkan, ada 82 remaja yang sudah melakukan aborsi untuk ketigakalinya. (international.okezone.com-berita tgl 28 Nov 2008)



Data Jumlah Pelaku Aborsi ( 4 )




Ribuan gadis remaja berusia belasan tahun di Beijing melakukan aborsi setiap tahun dan jumlahnya cenderung meningkat. Demikian diungkapkan sebuah klinik seks remaja di China.

"Rumah Sakit Tian`an Beijing sebuah tempat pengobatan tradisional China, yang merupakan pertama kali dibuka untuk konsultasi remaja yang hamil, mengatakan lebih dari 1000 remaja belasan tahun melakukan aborsi selama tiga bulan pertama 2007," demikian dilaporkan China Daily, di Beijing, Jumat.

Pihaknya, setidaknya telah menerima 5.000 telepon dari para remaja putri dan dari jumlah itu sebanyak tujuh sampai delapan persen merupakan remaja putri hamil yang belum menikah dan menanyakan aborsi.

"Remaja putri yang melakukan aborsi umumnya masih sangat muda. Kebanyakan dari mereka adalah murid sekolah berusia 14-15 tahun," kata Deng, salah seorang dokter di klinik itu, seraya menambahkan bahwa pasien termuda melakukan aborsi berusaia 13 tahun dan beberapa gadis juga melakukan aborsi beberapa kali.

Padahal, katanya, dua tahun lalu, remaja putri yang melakukan aborsi umumnya mahasiswa dan pelajar sekolah menengah atas.

"Jumlah remaja yang melakukan aborsi akan meningkat selama Festival Musim Semi, "May Day" atau pada hari libur nasional atau pada akhir tahun ajaran sekolah," katanya.

Ia menambahkan, pendidikan seks di sekolah dan di lingkungan keluarga secara keseluruhan tidak cukup bagi para remaja sehingga mereka melakukan eksperimen seks pertama pada usia muda.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Profesor Huo Jinzhi dari Universitas Suzhou menunjukkan 4,6% pelajar sekolah menengah pertama telah melakukan hubungan seks dan 4,2% untuk murid sekolah menengah atas. (Kapanlagi.com)

Lihat Artikel Lainnya :




Data Jumlah Pelaku Aborsi ( 3 )




Statistik aborsi di Indonesia. Frekuensi terjadinya aborsi sangat sulit dihitung secara akurat,
karena aborsi buatan sangat sering terjadi tanpa dilaporkan – kecuali jika terjadi komplikasi, sehingga perlu perawatan di Rumah Sakit.
Akan tetapi, berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Berarti ada 2.000.000 nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak yang tahu.

Jumlah kematian karena aborsi melebihi kematian perang manapun
Data statistik mengenai kasus aborsi di luar negeri – khususnya di Amerika – dikumpulkan oleh dua badan utama, yaitu Federal Centers for Disease Control (CDC) dan Alan Guttmacher Institute (AGI).
Hasil pendataan mereka menunjukkan bahwa jumlah nyawa yang dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika – yaitu hampir 2 juta jiwa – lebih banyak dari jumlah nyawa manusia yang dibunuh dalam perang manapun dalam sejarah negara itu.

Sebagai gambaran, jumlah kematian orang Amerika dari tiap-tiap perang adalah:
1. Perang Vietnam – 58.151 jiwa
2. Perang Korea – 54.246 jiwa
3. Perang Dunia II – 407.316 jiwa
4. Perang Dunia I – 116.708 jiwa
5. Civil War (Perang Sipil) – 498.332 jiwa

Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah kematian karena aborsi jauh melebihi jumlah orang yang meninggal dalam semua perang jika digabungkan sekaligus.

Jumlah kematian karena aborsi melebihi semua kecelakaan
Menurut James K. Glassman dari The Washington Post pada tahun 1996, jumlah kematian akibat aborsi 10 kali lebih banyak daripada semua kecelakaan yang masih ditambah kasus bunuh diri maupun pembunuhan.

Data kecelakaan di Amerika menunjukkan:
1. Kecelakaan karena jatuh – 12.000
2. Kecelakaan karena tenggelam – 4.000
3. Kecelakaan karena keracunan – 6.000
4. Kecelakaan mobil – 40.000
5. Bunuh diri – 30.000
6. Pembunuhan – 25.000

Jumlah kematian karena aborsi selalu melebihi kematian karena kecelakaan, bunuh diri ataupun pembunuhan – di seluruh dunia.

Jumlah kematian karena aborsi melebihi segala penyakit
Daniel S. Green dari Washington Post mengatakan bahwa pada tahun 1996, di Amerika setiap tahun ada 550.000 orang yang meninggal karena kanker dan 700.000 meninggal karena penyakit jantung.
Jumlah ini tidak seberapa dibandingkan jumlah kematian karena aborsi yang mencapai hampir 2 juta jiwa di negara itu.

Secara keseluruhan, di seluruh dunia, aborsi adalah penyebab kematian yang paling utama dibandingkan kanker maupun penyakit jantung. (www.aborsi.org)

Lihat Artikel Lainnya :




Data Jumlah Pelaku Aborsi ( 2 )




Di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat, dua badan utama,
yaitu Federal Centers for Disease Control (FCDC) dan Alan Guttmacher Institute
(AGI), telah mengumpulkan data aborsi yang menunjukkan bahwa jumlah nyawa yang
dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika -- yaitu hampir 2 juta jiwa -- lebih
banyak dari jumlah nyawa manusia yang dibunuh dalam perang mana pun dalam
sejarah negara itu. Sebagai gambaran, jumlah kematian orang Amerika Serikat
dari tiap-tiap perang adalah: Perang Vietnam 58.151 jiwa, Perang Korea 54.246
jiwa, Perang Dunia II 407.316 jiwa, Perang Dunia I 116.708 jiwa, Civil War
(Perang Sipil) 498.332 jiwa. Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah
kematian karena aborsi jauh melebihi jumlah orang yang meninggal dalam semua
perang jika digabungkan sekaligus (www.genetik2000.com).

Data tersebut ternyata sejalan dengan data statistik yang menunjukkan bahwa
mayoritas orang Amerika (62 %) berpendirian bahwa hubungan seksual dengan
pasangan lain, sah-sah saja dilakukan. Mereka beralasan toh orang lain
melakukan hal yang serupa dan semua orang melakukannya (James Patterson dan
Peter Kim, 1991, The Day America Told The Thruth dalam Dr. Muhammad Bin Saud Al
Basyr, Amerika di Ambang Keruntuhan, 1995, hal. 19).

Bagaimana di Indonesia? Di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini, sayang
sekali ada gejala-gejala memprihatinkan yang menunjukkan bahwa pelaku aborsi
jumlahnya juga cukup signifikan. Memang frekuensi terjadinya aborsi sangat
sulit dihitung secara akurat, karena aborsi buatan sangat sering terjadi tanpa
dilaporkan kecuali jika terjadi komplikasi, sehingga perlu perawatan di rumah
sakit. Akan tetapi, berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2.000.000
kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Berarti ada 2.000.000
nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak yang tahu
(Aborsi.net). Pada 9 Mei 2001 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (waktu itu)
Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa dalam Seminar ?Upaya Cegah Tangkal terhadap
Kekerasan Seksual Pada Anak Perempuan? yang diadakan Lembaga Perlindungan Anak
(LPA) Jatim di FISIP Universitas Airlangga Surabaya menyatakan, ?Angka aborsi
saat ini mencapai 2,3 juta dan setiap tahun ada trend meningkat.?
(www.indokini.com). Ginekolog dan Konsultan Seks, dr. Boyke Dian Nugraha,
dalam seminar ?Pendidikan Seks bagi Mahasiswa? di Universitas Nasional Jakarta,
akhir bulan April 2001 lalu menyatakan, setiap tahun terjadi 750.000 sampai 1,5
juta aborsi di Indonesia (www.suarapembaruan.com).

Dan ternyata pula, data tersebut selaras dengan data-data pergaulan bebas di
Indonesia yang mencerminkan dianutnya nilai-nilai kebebasan yang sekularistik.
Mengutip hasil survei yang dilakukan Chandi Salmon Conrad di Rumah Gaul binaan
Yayasan Pelita Ilmu Jakarta, Prof. Dr. Fawzia Aswin Hadis pada Simposium Menuju
Era Baru Gerakan Keluarga Berencana Nasional, di Hotel Sahid Jakarta
mengungkapkan ada 42 % remaja yang menyatakan pernah berhubungan seks; 52 % di
antaranya masih aktif menjalaninya. Survei ini dilakukan di Rumah Gaul Blok M,
melibatkan 117 remaja berusia sekitar 13 hingga 20 tahun. Kebanyakan dari
mereka (60 %) adalah wanita. Sebagian besar dari kalangan menengah ke atas yang
berdomisili di Jakarta Selatan (www.kompas.com).

Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa aborsi memang merupakan problem
sosial yang terkait dengan paham kebebasan (freedom/liberalism) yang lahir dari
paham sekularisme, yaitu pemisahan agama dari kehidupan (Abdul Qadim Zallum,
1998). (hayatulislam.net dikutif dari osdir.com)

Lihat Artikel Lainnya :



Data Jumlah Pelaku Aborsi ( 1)

Setiap Jam terjadi 300 Kasus Aborsi Di Indonesia. Setiap tahun terdapat sekitar 2,6 juta kasus aborsi di Indonesia, artinya dalam setiap jam terjadi sekitar 300 tindakan pengguguran janin tidak aman yang beresiko menyebabkan kematian ibu.



Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Siswanto Agus Wilopo, di Jakarta, Kamis, mengatakan, data aborsi tersebut meliputi kasus aborsi yang terjadi secara spontan maupun dengan induksi.

"Dari jumlah itu, 700 ribu diantaranya dilakukan oleh remaja atau perempuan berusia di bawah 20 tahun," kata Ketua Minat Kesehatan Ibu dan Anak/Reproduksi Program Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Ia menambahkan pula bahwa 11,13 persen dari semua kasus aborsi di Indonesia dilakukan karena kehamilan yang tidak diinginkan (unwanted pregnancy).

"Dan meski jumlah itu terhitung cukup tinggi namun jumlah sebenarnya masih lebih banyak lagi. Banyak kasus aborsi yang disembunyikan dan kadang hanya dilaporkan sebagai perdarahan karena di sini praktik aborsi belum diatur secara spesifik dengan undang-undang," katanya.

Hasil studi David A Grimes yang dimuat dalam jurnal medis The Lancet bulan Oktober 2006 menyebutkan bahwa setiap tahun terdapat 19 juta hingga 20 juta tindakan aborsi tidak aman (dilakukan oleh individu yang tidak mempunyai keahlian-red) dan 97 persen diantaranya terjadi di negara-negara berkembang.

Kondisi itu cukup memrihatinkan mengingat aborsi merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu.

Hasil survei yang dikoordinir oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebutkan bahwa setiap tahun aborsi menyebabkan sekitar 68 ribu kematian dan jutaan perempuan terluka serta menderita kecacatan permanen.( Kapanlagi.com)

Lihat Artikel Lainnya :



Senin, 16 Februari 2009

Bisnis Dibalik Hari Valentine

Apakah ada hubungan antara Bisnis dengan hari Valentine? pertanyaan ini mungkin perlu di cari jawabannya secara lengkap dan perlu penelitian yang menyeluruh. Namun sebagai gambaran anda bisa memperhatikan nuansa yang dipaparkan di bawah ini. Apakah ada kaitanya hari valentine dengan bisnis?Yang pasti peristiwa valentine day ini banyak di jadikan sebagai potensi untuk mendulang keuntungan besar bagi produk - produk khususnya yang dianggap relepan dengan perayaan hari valentine. (sinarharapan.co.id) :



JAKARTA – Tiga hari lagi Hari Kasih Sayang alias Valentine’s Day tiba. Tepatnya pada tanggal 14 Februari ini. Peringatan tersebut memang datang dari Barat. Ini dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, ini memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya.
Valentine’s Day ini identik pula dengan tukar-menukar kado. Bisa berupa cokelat, bunga, perhiasan, kaset/CD dan hadiah spesial lainnya. Disadari atau tidak, perayaan dari budaya Barat ini pun telah diserap oleh orang-orang Indonesia. Sudah banyak orang Indonesia yang merayakannya dengan kebiasaan masing-masing.

Kini, jika Anda berjalan-jalan ke mal atau pusat perbelanjaan, hiasan perayaan Imlek telah diganti. Warna yang mendominasi sama merahnya, namun berbeda tulisan dan simbolnya. Pasti pada setiap helaian pita atau balon ada tergores nama seorang tokoh suci dari Roma asal abad ketiga, St. Valentine. Ditambah pula oleh hiasan-hiasan lain berbentuk hati berwarna merah atau merah jambu.

Tema Valentine menarik para pebisnis ritel yang berkaitan dengan barang-barang untuk hadiah. Tentu mereka melihat suatu peluang yang sama-sama menguntungkan penjual dan pembeli. Motivasi para pedagang untuk menawarkan barang-barang bertema Valentine. Pembeli pun mencari nilai tambah suasana hidup dengan ungkapan kasih.
Tidak ada salahnya untuk mengintip jualan bertema Valentine. Sebagai inspirasi untuk menentukan sebuah bingkisan yang tepat bagi orang yang Anda kasihi di Hari Valentine nanti.


sh/sally piri
Sebuah toko bunga, Blossoms, di Hotel Mulia Jakarta yang menyediakan pilihan bunga-bunga impor dan lokal yang siap dengan koleksi Valentine’s Day.

Blossoms di Hotel Mulia
Bingkisan Valentine tidak jauh dari bunga. Untuk menyambut Valentine’s Day ini sebuah toko bunga yang terletak di lantai lobi Hotel Mulia, Blossoms, mengemas nuansa Valentine di dalam toko sejak tanggal 10 Februari. Tujuannya, agar para pengunjung dapat merasakan suasana Valentine sebagai salah satu tema perayaan di bulan Februari.

Menurut Budi Susanto, Chief Florist Blossoms, karena warna merah dan merah jambu identik dengan hari tersebut, maka ia pun banyak mengeluarkan rangkaian-rangkaian dengan warna-warna tersebut. ”Kalau di kita rasanya warna yang digemari merah jambu, namun kalau mengarah ke budaya Barat maka warna merah tualah yang lebih disukai,” ujar Budi.

Dan warna-warna tersebut dikemas sedemikian rupa untuk menjadi bingkisan Valentine yang cantik seperti berbentuk hati. ”Segala sesuatunya dibuat sedemikian rupa agar bisa terlihat seromantis mungkin,” tambah Budi.
Sementara untuk jenis rangkaian, Blossoms pun menyediakan sesuatu yang spesial untuk diberikan kepada orang yang dikasihi. Misalnya ada bunga yang berbentuk hati. Salah satu ciri khas rangkaian dari Blossoms yaitu ”grouping” alias padat mengelompok. ”Untuk mempersembahkan kepada orang yang dikasihi, kami mengarah kepada rangkaian berbentuk bouquet,” ujar Budi.

Jenis Bunga
Jenis bunga-bunga yang disediakan Blossoms ada yang lokal dan ada impor. Kalau jenis impor didatangkan dari Belanda, Equador dan Prancis. Menurut Budi, bunga lokal agak sensitif dibanding bunga impor. Bunga impor pun memiliki suatu ciri tertentu. Misalnya dari Belanda, kelopaknya membesar. Dan dari Equador lebih besar lagi kelopaknya. Sementara bunga asal Prancis akan tampak lebih padat pada bagian kelopak. Ini terjadi karena bibit masing-masing bunga pun berbeda.

Di toko Blossoms sendiri yang sering dipakai untuk merangkai adalah dari Belanda dan Equador. Untuk jenis Rose saja ada lima jenis yang tersedia. Di antaranya ada Rose Velvet, First Lady, Sky Line, Blue Velvet dan sejenis Rose Anna alias merah jambu yang amat lembut.
Jenis lainnya ada lebih dari sepuluh macam bunga. Di antaranya ada Lily. Ini pun terdiri dari berbagai jenis. Misalnya ada Lily Casablanca dan Lily Oriental. Sebagai hiasan tambahan dalam sebuah rangkaian maka ditambah dengan pita, balon bahkan boneka panda. ”Rasanya itu akan menjadi lebih spesifik,” ujar Budi.

Pemesanan bunga di toko Blossoms dapat dilakukan melalui telepon dan fax bahkan datang langsung. Pembayarannya bisa dilakukan dengan tunai atau kredit. Untuk pengantaran bunga, maka minimun pemesanan adalah Rp 400.000. Dalam hal ini tidak ada biaya antar. Namun jika pemesanan di bawah Rp 400.000 maka biaya antar bisa mencapai Rp50.000. Sedikitnya untuk sebuah rangkaian, harganya mencapai Rp 200.000.

Pemesanan yang dilakukan pada pagi hari bisa diantar sore di hari yang sama. Kalau datang sendiri ke Blossoms maka hanya dengan menunggu sekitar 15 menit, rangkaian sudah siap diambil.

Dalam kesehariannya, Blossoms menyuplai rangkaian bunga-bunga untuk diletakkan di lobi dan kamar-kamar hotel. Rangkaiannya mengikuti standar-standar yang diberikan oleh seorang konsultan bunga asal Singapura, Sebastian Ee.

Jewelery dan Cokelat
”Meski tidak ada kemasan Hari Valentine yang sangat spesifik, tapi kami menyediakan beberapa koleksi cantik untuk tema Valentine,” ujar Privilia manajer toko perhiasan ”Muchas”. Mereka pun siap dengan koleksi berdasarkan warna-warna Valentine yang didominasi oleh warna merah dan merah jambu.

The Muchas Jewels menggunakan kristal Swarovsky dalam setiap rangkaian perhiasannya. Sementara sebagai rantai penghubung dipilih silver sterling. Muchas yang berpusat di Singapura ini memiliki koleksi yang menawan dan berani dalam mengeksplorasi ide. Alhasil, penampilan dari setiap rangkaiannya pun ada yang terlihat elegan, mewah bahkan kasual untuk dipakai sehari-hari. Perhiasannya tidak hanya untuk pesta saja melainkan untuk aksesoris ke kantor, ke mal dan lainnya.

Lokasi toko The Muchas Jewels ini terletak di Grand Hyatt Gallery, area antara hotel Grand Hyatt dan Plaza Indonesia. Toko dengan gaya nuansa Eropa tersebut dapat pula menjadi inspirasi Anda dalam memberikan bingkisan Hari Kasih Sayang mendatang.

Sementara itu, sebagai pilihan lain yang tidak kalah menarik, bingkisan Valentine pun dapat berupa cokelat. L’atelier Du Chocolat yang memiliki arti studio cokelat itu menyediakan kemasan-kemasan spesial untuk hari kasih sayang nanti. Lokasi toko cokelat tersebut ada di Kemang Selatan.

Perlu dicatat, bahan-bahan pembuat cokelat ini didatangkan dari importir Prancis yang ada di Indonesia. Artinya, sebagian besar bahan pembuat cokelat itu asli dari Prancis. Selain itu, desainer dan pembuat cokelat L’atelier Du Chocolat ini pun orang Prancis yang berdomisili di Jakarta.
Kalau ada istilah asing ”say it with flo

wer” toko cokelat ini pun tidak mau kalah dengan slogan yang dibuatnya yaitu ”say it with chocolate.” Ini benar-benar sebuah ungkapan yang tertulis di pada cokelat. Apakah Anda sudah mempunyai pilihan bingkisan yang tepat untuk orang yang Anda kasihi?

Sejarah Valentine’s Day

Dari namanya saja, perayaan Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentine ini.

Dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial.

Nah, Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia.

Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati. Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati karena menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan.

Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Tragisnya, sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya.
Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini—-‘From Your Valentine.’ Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.

Versi lain tentang Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari. Ini merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yaitu tanggal 15 Februari merupakan perayaan Lupercalia.

Kala itu, anak-anak lelaki dan perempuan harus dipisahkan satu sama lain. Namun, pada malam sebelum Lupercalia, nama-nama anak perempuan Romawi yang sudah ditulis di atas kertas dimasukkan ke dalam botol. Nah, setiap anak lelaki akan menarik sebuah kertas. Dan anak perempuan yang namanya tertulis di atas kertas itulah yang akan menjadi pasangannya selama festival Lupercalia berlangsung keesokan harinya. Kadang-kadang, kebersamaan tersebut bertahan hingga lama. Akhirnya, pasagan tersebut saling jatuh cinta dan menikah di kemudian hari.




Judul-Judul Pidato Pilihan :

  1. Dies Natalis SMAN 1 Kesamben Tuntutan Globalisasi
  2. Sambutan Camat Pada Rapat Desa Melalui Gotong-royong Segala Kesulitan Bisa Teratasi
  3. Acara Rutin Mingguan SMAN 1 Garut Kita Harus Mandiri
  4. Acara Rutin Mingguan SMAN 21 Semarang Membangun Semangat Muda
  5. Contoh Pidato Acara Rutin Mingguan SMKN 10 Subang Berbakti Kepada Orang Tua
  6. Pidato Pertemuan Rutin Bulanan SMAN 2 Cikarang Pusat Bekasi Jiwa Mandiri Kunci Harga Diri
  7. Pidato Pertemuan Rutin Bulanan SMAN 5 Jakarta Menjadi Generasi Muda Pembawa Perubahan
  8. Pidato Pembinaan Rutin Bulanan SMAN 17 Batam Mari Bangun Semangat Belajar Kita
  9. Pidato Pembinaan Rutin Mingguan SMAN 5 Bandung Membangun Semangat Belajar Menggapai Prestasi
  10. Pidato Pembinaan Rutin SMAN 1 Semarang Mari Bangun Karakter Secara Positif
  11. Pidato Perpisahan oleh Perwakilan Siswa Kelas 3 SMP Lanjutkan Sekolah dan Raih Cita-citamu
  12. Contoh Pidato Tema Reboisasi Anjuran Menanam 1000 Pohon
  13. Contoh Pidato Pada Hari Pendidikan Nasional Bangkitkan Semangat Pendidikan Nasional
  14. Pidato SD Negeri 5 Bangkalan Indahnya Memiliki Sopan Santun
  15. Pidato Perpisahan oleh Siswa SMP 2 Surabaya Jadi Juara Berkat Jerih Payah
  16. Pidato Perpisahan oleh Wakil Siswa Kelas 3 SMP 33 Jakarta Raih Pendidikan Lebih Tinggi Raih Cita-cita
  17. Pidato Perpisahan Sekolah SMPN 15 Batam Kejarlah Cita-Citamu
  18. Pidato Perpisahan Kelas 6 SDN 1 Jakarta Giatlah Belajar dan Raih Cita-citamu Setinggi Mungkin
  19. Pidato Perpisahan Murid SDN 1 Bengkulu Buang Penyesalan Perbaiki Masa Depan
  20. Pidato Perpisahan oleh Wakil Siswa kelas 3 SMAN 1 Cilegon Waktu Tak Dapat Diputar Jangan Sia-Siakan
  21. Contoh Pidato Sambutan Kepala Desa Pada Rapat Desa Informasi Sangatlah Penting Untuk Kemajuan
  22. Contoh Pidato Sambutan Pada Pembukaan Diskusi Kelompok Manfaat Bioteknologi
  23. Contoh Pidato Sambutan Pada Sidang Pembukaan Pemilihan Ketua Prestasi Bisa Dicapai Berkat Keuletan dan Ketangguhan
  24. Contoh Pidato Upacara Rutin SMAN 2 Cikarang Pusat Bekasi Jadilah Pemuda Sukses
  25. Contoh Pidato Rutin SMPN 1 Bekasi Membangun Harapan Membangun Keberhasilan
  26. Contoh Pidato Upacara Rutin SMAN 2 Cikarang Pusat Bekasi Pemuda Taruhan Bangsa
  27. Contoh Pidato Upacara Rutin SMAN 1 Tasikmalaya Membangun Perubahan dan Mencapai Kesuksesan
  28. Contoh Pidato Upacara Rutin SMAN 12 Tasikmalaya Belajarlah Berani Bertindak Untuk Keberhasilan Masa Depan
  29. Contoh Pidato Pembinaan Rutin SMA Negeri 8 Bekasi Mari Bangun Karakter Secara Positif
  30. Contoh Pidato Upacara Hari Senin SMA Negeri 15 Jakarta Bermimpilah Besar dan Pegang Kuat-Kuat Hingga Berhasil